2008
Arossa bukan Barbie
Satu lagi boneka yang menemani Barbie. Boneka muslimah ini bernama Arrosa.

Satu lagi boneka yang menemani Barbie. Boneka muslimah ini bernama Arrosa.

Barang siapa mengenal orang ini harap memberitahu saya. Terima jadi.

Maaf ya, kenapa tampilan Bisnis Indonesia Minggu nggak pernah memuaskan? Padahal membawa slogan “business lifestyle” lho…

Seberapa sering Anda tergoda oleh beginian? Mulaya tidak butuh tapi setelah melihat “keuntungan dadakan” lantas beli, dengan alasan pembenar, “Iseng aja, sekali-sekali…”

Boleh juga ide si tukang cetak ini. Kalau kartu nama habis maka dasar kotak akan menampilkan pengingat. Intinya: kembalilah, dan pesanlah lagi. Tapi harus bayar.

Entah bagaimana hasil survei FHM Indonesia. Semoga tak ada responden pria mengaku sebagai wanita — atau sebaliknya.

Siapa bilang blogger cuma orang iseng yang tak bernilai bisnis? Si Kambing Jantan sudah membantahnya. Dia jadi model iklan laptop. Di-endorse dan kasih testmimoni. Dia memang layak. Bravo!

Terlalu banget ekonomi Zimbabwe. Maka kalau Anda, sebagai orang Indonesia, akan menikah, bergayalah sebagai pemilik eh pegawai pabrik duit. Emas kawinnya, antara lain, selembar duit seratus miliar dollar! Padahal duit segini, di sana, kabarnya cuma cukup buat dua kali naik bus kota. Tapi kan keren, bisa mengalahkan anggota DPR yang meminang penyanyi dangdut. One hundred billion bucks, Pak! Bagusnya, anak-anak SD di sana jadi lebih dini mengenal jumlah digit yang panjang. Entahlah, apakah kalkulator yang beredar sudah siap dengan display yang tidak meringkas eksponen.

© Foto: Reuters
Anda kenal Rizka? Umurnya 15 tahun lebih. Di mana rumahnya, saya tak tahu. Ketika dia berulang tahun, entah kapan persisnya, ada ucapan selamat untuknya di pagar seng sebuah lahan di Pondok Indah, Jakarta Selatan. Mungkin di tempat lain ada juga pernyataan melalui semprotan, “I luv ya, Ndoro Putri. The 1 & only.” Hanya misal lho.


Semakin menggoda. WordPress untuk iPhone. Lantas kalau setiap orang ngeblog kapan pun dan di mana pun, siapa yang sempat baca? Jangan-jangan si blogger-nya sendiri pun tak sempat baca.
