Memang begitulah sebaiknya. Diumumkan terbuka melalui koran nasional, dan lebih murah kalau melalui internet. Semua orang tahu. Semua orang mengawasi. Ini untuk menghindari prasangka dan fitnah. Tentang jual-beli kayu jati, seberapa banyak hal yang kita ketahui?

Begitulah, Facebook memang menjadi alasan untuk berinternet, bahkan dari ponsel pun bisa — buktinya produsen ponsel dan operator pada beriklan bahwa produknya bisa untuk ber-FB-ria. Lalu Facebook menjadi terkenal, banyak orang sudah mendengar meskipun mungkin belum mencoba. Lalu kenapa si nona tak menawarkan servisnya di Facebook?

Iklan HokBen ini menarik. Tanpa kata “televisi” orang sudah menebak apa yang sedang terjadi. Konon penggemar TV memang ibu rumah tangga, terutama siang hari. Dan seperti acara TV, biarpun di rumah ibu ini tetap pakai rias wajah, hanya saja busananya nggak terlalu berdandanria.

Iklan klinik Svenson ini menarik karena… menimbulkan ide untuk membuat tato di kulit kepala yang tak tertolong. Nyeni juga kali, yak? Ehm, semoga nggak ada yang komentar.

Beginilah mestinya anak muda. Kreatif, memberikan sesuatu yang baru dan segar. Maka saya pun penasaran menunggu edisi kedua majalah triwulanan Still Loving Youth yang visualnya maupun isinya haibat itu. Salut untuk tim Scandal (Bandung), dan tentu juga Red & White, Paperina, Indonesia Printer dan UNKL347. Di era digital, majalah berkertas ini layak simpan. Semoga lestari.

By Antyo
|
Posted in Bisnis, Desain, Hiburan, Seni
|
Tagged bandung, creative industry, distro, indie, indonesia printer, paperina, red and white, still loving youth, unkl347
|