Tag Archives: bahasa

Ojex, Bechex

Nggak baru-baru amat. Semakin banyak yang menuliskan “ojex”. Maka kian lengkaplah ejaan di pangkalan Mayestik, Jakarta Selatan, itu: ojek, ojeg, dan ojex.

Sampai Kapan Kita Belajar Bahasa (Indonesia)?

Jawabannya: selama nyawa masih menempel di badan dan kesadaran masih menopang kehidupan kita. Ketika bercakap dengan diri sendiri pun kita menggunakan bahasa. Lantas? Kadang kita malu jika ada orang asing yang bisa berbahasa Indonesia lebih bagus dari kita, lantas kita cuma cengar-cengir salah tingkah, sambil teringat ucapan, “Bahasa Indonesia tuh nggak funky!” Untung [...]

Beruntungnya Google Versi Jawa

Saya tidak pernah memakai Google Bahasa Jawa. Tadi iseng menengoknya setelah memasang Google Chrome di Mac. “Kulo krasa Bejo” untuk memadankan “I’m feeling lucky” itu bagi saya kok kurang pas. Ya pemakaian kata-katanya, ya penulisannya (seharusnya yang “o” tertulis “a”). Kenapa bukan, misalnya, “Kula  rumaos begja”? Maaf, posting ini terlalu internal, hanya dipahami orang-orang (yang [...]

Marilah Menjadi Kaya Secara Percuma

Di halaman Facebook saya ada iklan bisnis ajaib dari Malaysia. Sama seperti di Indonesia. Hanya bahasanya yang berbeda sehingga menimbulkan salah tafsir. Misalnya “percuma” yang berarti “gratis”. padahal kosakata lama kita juga mengenal percuma sebagai gratis, misalnya “bolehlah naik dengan percuma” seperti pada lagu anak-anak Naik Kereta Api. Jika kita melupakan kosakata lama, antara lain [...]

100 Huruf atau 100 Kata?

WordPress MU versi Indonesia masih memuat kesalahan bahasa. Word count diterjemahkan “100 kata”. Ini seperti awal WordPress versi Indonesia tahun 2007, yang menerjemahkan “month” sebagai “mulut” (bahasa Inggrisnya tentu saja “mouth”). Tidak apa-apa, toh perbaikan demi perbaikan terus  berlangsung secara gotong royong.

Copyright © 2007 memo. All rights reserved.