Tag Archives: bandara

Layak Embat (kalau Niat)

DVD orisinal di ruang tunggu, boleh dimainkan siapa saja yang ingin. Nyatanya tidak hilang. Tak ada yang membawa pulang. Tempat-tempat premium menganggap orang makmur tak akan mencuri yang kecil-kecil.  Ini seperti toilet mal atau hotel bagus yang wastafelnya selalu menyediakan sebotol minyak wangi untuk dipakai bergantian. Juga mirip ruang tunggu yang berlimpah majalah impor luks [...]

Sopir Santai?

Orang Jawa bilang “wang-sinawang”. Kehidupan orang lain tampak lebih menyenangkan. Misalkan saya sopir angkot mungkin juga akan menganggap pekerjaan sopir bus bandara ini kepenak. Hanya mengantar penumpang dari terminal ke tangga pesawat. Rutenya pendek. Tak perlu kejar setoran. Tak ada Pak Polantas penguntip setoran. Tak ada preman dan timer yang minta duit rokok. Tapi tidak [...]

Bangku Putih yang tak Pernah Diduduki

Tak pernah? Oh, mungkin jarang. Tapi siapa yang akan menduduki? Tukang kebun pun tampaknya tidak. Bangku putih di taman-taman dalam lingkungan Bandara Soekarno-Hatta ini mungkin cuma pemantas: sebaiknya ada bangku. Padahal tak semua orang dapat mengakses taman itu.

Nyeni Nggak, Fungsional Entah

Kotak tabung pemadam api di Bandara Soekarno-Hatta. Bentuk dan warnanya kurang menonjol, tak sepertinya alat keamanan dan keselamatan. Belum lagi yang desainnya mengingatkan kita pada mebel ukir yang belum tentu cocok untuk semua ruang. Taruh kata Anda sempat membalut tangan dengan kaos sebelum memecahkan kaca, mudahkah mengambil tabung? Baiklah, kalau ada apa-apa duduk manis saja, [...]

Bandara Gunungan di Boyolali

Mungkin basi bagi Anda, tetapi saya baru tahu sekarang bahwa Bandara Adisumarmo di Kabupaten Boyolali (bukan Kota Surakarta) itu berbentuk gunungan. Sebuah cerita dari Zammy sepulang dari Solo siang ini. Persoalannya adalah seberapa banyak orang Solo dan Boyolali yang peduli?

Copyright © 2007 memo. All rights reserved.