memo | blogombal.org

masih saja ada tempat untuk membual

Yah, namanya juga gombalan. Di sana ada, di sini nongol. Murah meriah, ada sedia di mana-mana tempat. Jikalau kuciwa, pulanglah -- tapi lain hari kembalilah.



06.05

2008

Gurem: dari Partai sampai Blogger

Gurem, atau guram, itu kutu ayam. Mungkin sebangsa mrutu (Jawa), yang kalau kena kulit manusia akan bikin gatal. Nah konstelasi politik tahun 50-an mengadopsi kata gurem untuk menamai (atau menamakan diri?) partai kecil yang vokal, partai di luar arus besar trikotomis (santri, pri[y]ayi, abangan), tapi kalau berkoalisi akan kuat juga. Lantas tiga tahun terakhir, kalau saya tak salah, muncul istilah “blogger gurem”. Bersanding dengan “blogger abal-abal” dan “blog fakir komen”. Tak jelas apa kriteria blog(ger) gurem dan non-gurem. Perkembangan terakhir: sampai bikin front segala. Hidup gurem! :D

front blogger gurem

Kapan ya Mazhab Cibubur eh Cibujang bikin web? :) Ayo Mbok Ratu (Takt)Atut Kopdar, yang kasih nama mazhab itu dipentungi saja pakai bambu runcing dibungkus duit :D

05.24

2008

Sudah Apa?

Ada saja di dunia blog. Apalagi kalau visualnya bagus. Kemasan pesan lebih terasa.

mati ya?

04.29

2008

Sengketa Warung Pojok (dan Blog?)

Masalah lumrah dalam bisnis: sengketa merek. Saya tak tahu apakah Warmo (warung mojok) akan terserempet juga. Terlampir iklan salah satu kubu di koran. Biasanya akan muncul sanggahan dari kubu lawan. Saya tak tahu apakah di blog juga akan muncul sengketa nama blog.

sengketa warung pojok/warung podjok

04.26

2008

Jamu daripada Ngeblog

Adakah jamu untuk mengatasi kejenuhan dan kebosanan ngeblog, bahkan terhadap blog sendiri yang jarang ditengok selama suatu waktu?

Ada. Jamu itu adalah waktu, entah sampai kapan, saat kita punya greget lagi. Sempat dan ingat saja ternyata (kadang) tidak cukup. :D