2008
Louis Vuitton Sudwikatmono

Saya kemarin menemukan majalah Femina edisi Natal 1997. Ya, keluaran hampir 11 tahun silam, saat krismon mulai menyengat Indonesia.
Lihatlah cover lines. Tampaknya dari masa-masa ke masa majalah wanita tak bosan membahasnya, termasuk di antaranya adalah bagaimana menyatakan cinta kepada pria.
Adapun pada halaman profil, saya mendapatkan jawaban terhadap keheranan lama saya. Dulu saya ora mudheng kenapa konglomerat sekelas Pak Dwi masih menjejer koper-koper Louis Vuitton (tentu asli) di galeri belakang rumahnya. Ternyata itu adalah balas dendam terhadap masa lalu.
Suatu hal yang manusiawi. Sebagian dari kita juga begitu. Mengonsumsi sesuatu (secara berlebihan) karena luka di hati.


