memo | blogombal.org

masih saja ada tempat untuk membual

Yah, namanya juga gombalan. Di sana ada, di sini nongol. Murah meriah, ada sedia di mana-mana tempat. Jikalau kuciwa, pulanglah -- tapi lain hari kembalilah.



Kuli Tinta, Kuli Disket, Kuli W-Fi, Kuli…

kuli disket koran ndoro kakung

Pada abad lalu istilah kuli tinta cukup dikenal, malah kalau tak salah disebut oleh sebuah lirik lagu. Tak jelas bagi saya, tinta yang dimaksud itu tinta bolpen atau tinta percetakan. Kemudian mulai pertengahan 1980-an redaksi media cetak memakai komputer dan disket. Mungkin biar tampak keren, beberapa reporter menyebut diri kuli disket. Abad ini, tepatnya Selasa 29 Juli 2008, Koran Tempo masih menggunakan istilah kuli disket. Salah satu editor koran itu, seorang blogger, bisa bekerja di mana saja dengan laptopnya, memanfaatkan jaringan nirkabel dan internet. Mungkin di ranselnya selain ada USB flash disk juga ada floppy disk.

Bonus: kenangan disket Yeni Setiawan

E-paper KorTem: Rasa Kertas dalam Koran Online

Ini dia versi Beta e-paper Koran Tempo, korannya Ndoro Bedhes. Maksud saya koran tempat si Ndoro memburuh. Kalau dibilang koran dia, dalam arti dia pemiliknya, tentu sejawat dan apalagi BOD akan marah. Tapi percayalah, secara resmi Ndoro juga ikut memiliki saham medianya melalui dewan karyawan. Adapun pemilikan dia terhadap saham TMPO melalui BEJ (masih di bawah 20%, belum perlu disclose), atas nama perusahaan dia di Cayman Island, tidak baik saya ungkap di sini.

e-paper koran tempo

Lantas bagaimana koran versi online yang ini, yang berbeda dari versi web yang itu? Serasa baca versi cetak. Ketika diklik sesuai kapling blok maka akan muncul halaman per judul yang bisa disetel sebagai teks maupin kliping.  Begitu kuat rasa cetak ini sehingga iklan juga terangkut — baik display maupun iklan baris/kolom (classified ads). Bagusnya lagi — semoga bukan rubrik tetap — ralat juga terbawa, dan pembaca tinggal mencari berita yang dikoreksi. :D

korantempo.com