memo | blogombal.org

masih saja ada tempat untuk membual

Yah, namanya juga gombalan. Di sana ada, di sini nongol. Murah meriah, ada sedia di mana-mana tempat. Jikalau kuciwa, pulanglah -- tapi lain hari kembalilah.



Foto Bal-balan

Semua foto sepakbola di halaman olahraga cuma saya lihat sepintas. Kalau pun mencoba membacanya saya tak paham. Tapi foto karya Natacha Pisarenko (AP) yang dimuat Kompas hari ini membuat saya mau membaca caption. Foto yang unik. Sebastian Torrico dari Argentinos Juniors sedang menendang bola ketika melawan San Luis (Meksiko) dalam Copa Sudamericana di Buenos Aires. Entah apa kata Hedi.

bal-balan

06.05

2008

Hak Siar Euro 2008 dan Hak Publik atas Informasi

Hedi lebih paham soal ginian. Tahun-tahun sebelumnya soal ginian sempat jadi ramai. Malah ada yang menganggap hak eksklusif penyiaran bal-balan sama saja menghalangi hak publik atas informasi. Yang saya luput memperhatikan adalah apakah tahun sebelumnya juga beredar atau diumumkan adanya formulir bagi pemilik kafe yang akan menggelar nonton bareng.

nonton bareng euro 2008

Jika masalahnya adalah hak atas (akses terhadap) informasi (secara langsung), maka hanya membolehkan penonton berkarcis yang masuk stadion pun berarti pembatasan akses.

Jika masalahnya adalah penyiaran terbatas, apalagi hanya lewat TV berbayar, maka mestinya gugatan sosial serupa (dengan kasus berbeda) bisa dialamatkan ke pengusaha bioskop. Kenapa untuk nonton film, orang harus bayar? :D

Jadi di mana masalahnya? Misalkan itu bukan bal-balan, tapi rugby atau polo atau bobsled, maka urusannya lebih simpel. Bal-balan adalah kepentingan umat. Ada juga sih yang merasa, “Lu kaleee, gue sih enggak…” :D

nonton bareng euro 2008