memo | blogombal.org

masih saja ada tempat untuk membual

Yah, namanya juga gombalan. Di sana ada, di sini nongol. Murah meriah, ada sedia di mana-mana tempat. Jikalau kuciwa, pulanglah -- tapi lain hari kembalilah.



09.29

2008

Puspas yang bukan Ndoro Ka(ng)kung

Salah satu blogger yang hirau bahasa, percaya kepada ketepatan kata, sehingga layak kita jadikan guru (minimal oleh saya), adalah Ndoro Kakung alias Ndoro Kangkung. Dia bukan memunculkan kata baru maupun menggali kata lama melainkan mengingatkan pembacanya tentang khazanah, tentang perbendaharaan kata, yang mestinya melekati siapa pun yang terpelajar. Misalnya kata “puspas” (carilah di Google). Selebihnya adalah guntingan koran Waspada (Medan).

puspas ndoro kakung wicaksono kingkong kangkung

Blog Perayaan Ultah Ndoro Bedhes

ulang tahun ndoro kakung bedhes wicaksono lelananging jagat

“Apapun kepribadiannya, asal kita bisa membatasi diri dan senantiasa waspada, dia adalah teman yang amat menyenangkan pun menghibur,” kata penerawang shio ular dalam blog ultah Ndoro Bedhes.

Nyatanya di blogosfer dia memang teman yang menyenangkan, inspiratif, siap menolong — tentu kita harus mengabaikan sikap dan perilakunya yang tengil dan ngeselin. Dialah salah satu dari sejumlah bloggers Indonesia yang memacu orang lain sehingga layak jadi manusia kursi Pesta  Blogger 2008.

Percayalah bahwa pada dasarnya dia itu, terutama dulu sebelum jadi blogger, adalah orang baik. Maka saya pun ikut mengucapkan ulang tahun ke-43. Semoga tumbuh dewasa dan tak lalai menjaga kesehatan. Anda bisa mengirim ucapan japri untuknya ke sini. Bahkan kabarnya mulai Senin besok setiap pembaca bisa membuat posting untuknya secara langsung tanpa registrasi.

billboard ndoro kakung calon legislatif

Kita Tunggu Cokelat cap TNI-AD

Nama Swiss Army memang jadi brand kuat. Maka cokelat dengan merek itu, yang diklaim porsinya pas untuk survival, juga masuk Jakarta — tapi bukan di toko outdoor activities. Sejauh ini TNI juga punya ransum awetan untuk anggotanya. Ndoro Bedhes menyukainya. Maklumlah beliau itu dulu komandan menwa. Sampai hari ini Ndoro masih menyembunyikan tato “prajurit” di pundaknya. Apa artinya? “prabawa, jumawa, celurit” :D

cokelat swiss army kesukaan ndoro kakung